Siapapun dia seorang perampok sekalipun, walaupun kita tahu perbuatan yang mereka lakukan salah namun pernahkah kita coba berpikir dari sudut pandang dia, mungkin penjahat itu melakukan kejahatannya disebabkan oleh karena hal – hal yang memaksanya berbuat begitu.
Mengkritik secara keras atau secara kejam orang lain takan membuat orang tersebut merubah cara pikirnya, atau tak membuat orang tersebut mengakui kesalahannya kalaupun iya tetap akan tersimpan rasa yang tidak baik, benci , dendam, di hati orang yang kita kritik dengan kejam dan mungkin akan menjadi memusuhi anda.
Menurutku dengan kejam Mengkritik atau menyalahkan orang atas kesalahanya itu tidak baik, cobalah berpikir dari sudut yang berbeda walaupun sulit. Menasehati atau dengan pelan member I saran bahwasannya apa yang dilakukan adala kurang benar tidak sampai membuat orang tersebut merasah disalahkan itu hal yang baik. Dan menurutku orang yang tidak suka mengkritik oarng lain dengan kejam adalah orang yang benar.
fsikolog terkemuka, Carl Rogers, menulis dalam bukunya On Becoming a Person :
saya memperoleh manfaat yang luar bisa tatkala saya mampu membiarkan diri menjadi orang lain, bagaimana saya mengungkapkannya dengan kata – kata mungkin akajn terdengar aneh untuk anda. Apakah kita perlu membuat diri kita mengerti orang lain? Saya piker begitu. Reaksi pertama kita terhadap hamper semua pernyataan (yang kita dengar dari orang lain) adalah evaluasi atau penilaian, bukannya pengertian untuk pernyataan tersebut. Tatkala seseorang mengekspresikan perasaannya, sikap dan keyakinannya, kecenderungan kita adalah merasa bahwa “itu benar” atau “hal itu bodoh”, “itu tidak normal”, “itu tidak masuk akal”, “itu tidak tepat”, “itu tidak bagus” Sangat jarang kita membiarkan diri kita untuk mengerti secara tepat apa arti dari pernyataan itu bagi orang lain itu.
No comments:
Post a Comment